Senin, 07 Juli 2014

Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler Implementasi Kurikulum 2013 Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.81 A Tahun 2013




LAMPIRAN III

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 81A TAHUN 2013

TENTANG

IMPLEMENTASI KURIKULUM
PEDOMAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER I.       PENDAHULUAN

Pasal   3   Undang-Undang   Nomor   20   Tahun   2003   tentang   Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan  bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,  kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pengembangan   potensi   peserta   didik   sebagaimana   dimaksud   dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler  yang  merupakan  salah  satu  kegiatan  dalam  program kurikuler. Kegiatan                   ekstrakurikuler            adalah program          kurikuler      yang alokasi  waktunya  tidak  ditetapkan  dalam  kurikulum.  Jelasnya  bahwa kegiatan  ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan,    dan                       kreativitas.  Melalui         partisipasinya     dalam   kegiatan ekstrakurikuler   peserta    didik   dapat    belajar    dan    mengembangkan kemampuan  berkomunikasi,  bekerja     sama  dengan  orang  lain,  serta menemukan  dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu perangkat operasional (supplement                     dan   complements)  kurikulum,   yang   perlu   disusun   dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan  (seperti disebutkan pada Pasal 53 ayat (2) butir a Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005     tentang     Standar                  Nasional            Pendidikan)            serta             dievaluasi pelaksanaannya     setiap semester oleh          satuan   pendidikan             (seperti disebutkan pada Pasal 79 ayat (2) butir b Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun  2005  tentang  Standar  Nasional  Pendidikan  sebagaimana  telah diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  32  Tahun  2013  tentang Perubahan Atas  Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan).

II.    TUJUAN

Pedoman kegiatan ekstrakurikuler ini disusun dengan tujuan untuk.

1.  Menjadi   arahan   operasional   dalam   pengembangan   program   dan kegiatan ekstrakurikuler oleh satuan pendidikan.

2.  Menjadi   arahan    operasional   dalam    pelaksanaan   dan   penilaian kegiatan ekstrakurikuler di tingkat satuan pendidikan.



III.   PENGGUNA PEDOMAN

Pedoman   kegiatan   ekstrakurikuler   ini   diharapkan   bermanfaat   bagi pengguna yang meliputi :

1.  Dewan   guru   dan   tenaga   kependidikan   sebagai   pengembang  dan pembina program ekstrakurikuler.

2.  Kepala sekolah sebagai penanggung jawab program ekstrakurikuler di satuan pendidikan.

3.  Komite sekolah/madrasah sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua  peserta        didik      dalam pengembangan               program   dan  dukungan pelaksanaan program ekstrakurikuler.



IV.   DEFINISI OPERASIONAL

Beberapa istilah yang perlu dijelaskan dalam pedoman ini adalah sebagai berikut.

1.  Ekstrakurikuler  adalah  kegiatan  pendidikan  yang  dilakukan  oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di  luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut,  maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.

2.  Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi     tertentu              yang        tidak  memungkinkannya             untuk   mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

3.  Ekstrakurikuler  pilihan  merupakan  program  ekstrakurikuler  yang dapat diikuti  oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.



V.    KOMPONEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER A.  Visi dan Misi
1. Visi

Visi   kegiatan   ekstrakurikuler   pada   satuan   pendidikan   adalah berkembangnya  potensi,  bakat,  minat, kemampuan,  kepribadian, dan  kemandirian  peserta  didik  secara  optimal  melalui  kegiatan- kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler.

2. Misi

Misi   kegiatan   ekstrakurikuler   pada   satuan   pendidikan   adalah sebagai berikut:

a. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai  dengan  kebutuhan,  potensi,  bakat,  dan  minat  peserta didik.

b. Menyelenggarakan     sejumlah     kegiatan     yang     memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan  mengaktualisasikan  diri  secara  optimal  melalui  kegiatan mandiri dan atau berkelompok.



B. Fungsi dan Tujuan

1.  Fungsi

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.

a.   Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi  untuk mendukung perkembangan personal peserta didik  melalui  perluasan  minat,  pengembangan  potensi,  dan pemberian  kesempatan       untuk                   pembentukan             karakter           dan pelatihan kepemimpinan.

b.  Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta  didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan    kesempatan    kepada                        peserta            didik        untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.

c.   Fungsi    rekreatif,    yakni  bahwa    kegiatan    ekstrakurikuler dilakukan              dalam        suasana    rileks,    menggembirakan,    dan menyenangkan              sehingga menunjang proses   perkembangan peserta       didik.                      Kegiatan  ekstrakurikuler       harus       dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.

d.  Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

2.  Tujuan

Tujuan    pelaksanaan    kegiatan    ekstrakurikuler    pada    satuan pendidikan adalah:

a.   Kegiatan     ekstrakurikuler      harus     dapat      meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

b.  Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan  minat   peserta  didik  dalam  upaya  pembinaan  pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

C. Prinsip

Kegiatan   ekstrakurikuler   pada   satuan   pendidikan   dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.

1.  Bersifat     individual,    yakni    bahwa    kegiatan    ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.
2.  Bersifat      pilihan,     yakni     bahwa     kegiatan     ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.

3.  Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
4.  Menyenangkan,      yakni      bahwa      kegiatan      ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.

5.  Membangun  etos  kerja,  yakni  bahwa  kegiatan  ekstrakurikuler dikembangkan                          dan   dilaksanakan   dengan   prinsip   membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
6.  Kemanfaatan    sosial,    yakni    bahwa    kegiatan    ekstrakurikuler dikembangkan                           dan    dilaksanakan    dengan    tidak    melupakan kepentingan masyarakat.

D. Jenis Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk.
1.  Krida; meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS),  Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan lainnya;
2.  Karya  ilmiah;  meliputi  Kegiatan  Ilmiah  Remaja  (KIR),  kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
3.  Latihan/olah    bakat/prestasi;    meliputi    pengembangan    bakat olahraga,                  seni   dan   budaya,   cinta   alam,   jurnalistik,   teater, keagamaan, dan lainnya; atau
4.  Jenis lainnya.


E. Format Kegiatan

Kegiatan   ekstrakurikuler   dapat    diselenggarakan   dalam   berbagai bentuk.

1.  Individual; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
2.  Kelompok; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.
3.  Klasikal; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.
4.  Gabungan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antarkelas.
5.  Lapangan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format  yang  diikuti  oleh  seorang  atau  sejumlah  peserta  didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.

VI.   MEKANISME KEGIATAN EKSTRAKURIKULER A.  Pengembangan Program dan Kegiatan
Kegiatan   ekstrakurikuler   dalam   Kurikulum   2013   dikelompokkan berdasarkan                 kaitan         kegiatan   tersebut   dengan   kurikulum,   yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.

Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti  oleh  seluruh  peserta  didik,  terkecuali  peserta  didik  dengan kondisi       tertentu              yang        tidak  memungkinkannya             untuk   mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler  wajib  dari  sekolah  dasar  (SD/MI)  hingga  sekolah menengah  atas  (SMA/SMK),  dalam  pendidikan  dari  sekolah  dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi Kepramukaan setempat/terdekat.

Ekstrakurikuler pilihan  merupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS,  dan  PMR.  Selain  itu,  kegiatan  ini  dapat  juga  dalam  bentuk antara  lain  kelompok  atau  klub  yang  kegiatan  ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran, misalnya klub olahraga seperti klub sepak bola atau klub bola voli.

Berkenaan dengan hal tersebut, satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, dan  tenaga kependidikan) perlu secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat  peserta didik yang selanjutnya dikembangkan ke              dalam   kegiatan      ekstrakurikuler    yang                    bermanfaat             positif   bagi peserta didik. Ide pengembangan suatu kegiatan ekstrakurikuler dapat pula berasal dari peserta didik atau sekelompok peserta didik.

Program    ekstrakurikuler    berikut    adalah    contoh    yang    dapat dikembangkan  di   satuan  pendidikan  sesuai  dengan  kondisi  dan kemampuan yang dimilikinya.

PROGRAM EKSTRAKURIKULER
1.  Klub Tari, Nyanyi, Sandiwara, Melukis, berbagai kesenian daerah
2.  Klub Diskusi Bahasa, Sastra, Drama, Orasi
3.  Klub  Voli,  Sepak  bola,  Basket,  Dayung,  Badminton,  Renang, Atletik, Silat, Karate, Yudo, Bela Diri lainnya.
4.  Klub Pencinta Matematika, Komputer, Otomotif, Elektronika.
5.  Klub   Pencinta   Alam,   Pencinta   Kupu-kupu,   Pencinta,   Arung
Jeram, Pencinta Astronomi, Kebersihan Lingkungan, Pertanian
6.  Klub  Pendaki  Gunung,  Kelompok  Pekerja  Sosial,  Polisi  Lalu
Lintas Sekolah
7.  Perkumpulan Pengelola Rumah Ibadah, Kelompok Peduli Rumah
Jompo, Kelompok Peduli Rumah Yatim.

Satuan    pendidikan    selanjutnya    menyusun    “Panduan    Kegiatan Ekstrakurikuler”     yang     berlaku     di     satuan                   pendidikan    dan mendiseminasikannya kepada peserta didik pada setiap awal tahun pelajaran.

Panduan kegiatan  ekstrakurikuler  yang  diberlakukan  pada  satuan pendidikan paling sedikit memuat.

1.  Kebijakan mengenai program ekstrakurikuler;

2.  Rasional dan tujuan kebijakan program ekstrakurikuler;

3.  Deskripsi program ekstrakurikuler meliputi:

a.   ragam kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan;

b.  tujuan dan kegunaan kegiatan ekstrakurikuler;

c.   keanggotaan/kepesertaan dan persyaratan;

d.  jadwal kegiatan; dan

e.   level supervisi yang diperlukan dari orang tua peserta didik.

4.  Manajemen program ekstrakurikuler meliputi:

a.   Struktur organisasi pengelolaan program ekstrakurikuler pada satuan pendidikan;

b.  Level    supervisi    yang    disiapkan/disediakan    oleh    satuan pendidikan            untuk                    masing-masing                      kegiatan ekstrakurikuler; dan

c.   Level    asuransi    yang    disiapkan/disediakan    oleh    satuan pendidikan untuk masing-masing kegiatan ekstrakurikuler.

5.  Pendanaan dan mekanisme pendanaan program ekstrakurikuler.


B. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler

Peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi     yang          terkendala),               dan    dapat    mengikuti   suatu    program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.

Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang­ pada  awal  tahun  atau  semester  dan  di  bawah  bimbingan  kepala sekolah  atau  wakil  kepala  sekolah  bidang  kurikulum  dan  peserta didik. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga  tidak  menghambat  pelaksanaan  kegiatan  kurikuler  atau dapat  menyebabkan  gangguan  bagi  peserta  didik  dalam  mengikuti kegiatan kurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai.  Sementara itu kegiatan lain seperti Klub        Pencinta            Alam,        Panjat                Gunung,      dan    kegiatan           lain           yang memerlukan  waktu  panjang  dapat  direncanakan  sebagai  kegiatan dengan waktu tertentu (blok waktu).

Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang dilakukan di luar sekolah atau   terkait   dengan  berbagai  satuan  pendidikan  lainnya,  seperti Jambore Pramuka, ditentukan oleh pengelola/pembina Kepramukaan dan  diatur  agar  tidak  bersamaan  dengan  waktu  belajar  kurikuler rutin.



C. Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler

Penilaian   perlu   diberikan   terhadap   kinerja   peserta   didik   dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.

Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan                ekstrakurikuler   wajib   pada   setiap   semester.   Nilai   yang diperoleh                 pada       kegiatan    ekstrakurikuler    wajib    Kepramukaan berpengaruh  terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.

Persyaratan                demikian tidak     dikenakan              bagi          peserta                   didik        yang mengikuti   program  ekstrakurikuler  pilihan.                   Meskipun     demikian, penilaian tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor.

Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan penghargaan kepada peserta               didik   yang   memiliki   prestasi   sangat   memuaskan   atau cemerlang dalam  satu  kegiatan  ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut  diberikan  untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu  kurun  waktu  akademik  tertentu;  misalnya  pada  setiap  akhir semester, akhir     tahun,  atau       pada               waktu peserta      didik  telah menyelesaikan      seluruh               program               pembelajarannya.           Penghargaan tersebut    memiliki             arti               sebagai      suatu    sikap  menghargai     prestasi seseorang.  Kebiasaan  satuan  pendidikan  memberikan  penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari diri  peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.



D. Evaluasi Program Ekstrakurikuler

Program ekstrakurikuler merupakan program yang dinamis. Satuan pendidikan                     dapat   menambah   atau   mengurangi   ragam   kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada setiap semester.

Satuan      pendidikan     melakukan      revisi      “Panduan      Kegiatan Ekstrakurikuler”  yang  berlaku  di  satuan  pendidikan  untuk  tahun ajaran              berikutnya    berdasarkan     hasil    evaluasi    tersebut     dan mendiseminasikannya                     kepada    peserta  didik  dan    pemangku kepentingan lainnya.



VII.  PIHAK YANG TERLIBAT

Pihak-pihak   yang   terkait   dengan   pengembangan,   pelaksanaan,   dan penilaian kegiatan ekstrakurikuler antara lain :

A.  Satuan Pendidikan

Kepala  sekolah,  dewan  guru,  guru  pembina  ekstrakurikuler,  dan tenaga kependidikan bersama-sama mengembangkan ragam kegiatan ekstrakurikuler; sesuai dengan penugasannya melaksanakan supervisi dan  pembinaan  dalam  pelaksanaan  kegiatan  ekstrakurikuler,  serta melaksanakan evaluasi terhadap program ekstrakurikuler.

B. Komite Sekolah/Madrasah

Sebagai   mitra   sekolah   yang   mewakili   orang   tua   peserta   didik memberikan               usulan dalam    pengembangan        ragam      kegiatan ekstrakurikuler                dan   dukungan dalam pelaksanaan  kegiatan ekstrakurikuler.

C. Orang tua

Memberikan kepedulian  dan  komitmen  penuh  terhadap  suksesnya kegiatan  ekstrakurikuler pada satuan pendidikan karena pendidikan holistik bergantung               pada              pendekatan              kooperatif   antara   satuan pendidikan/sekolah dan orang tua



VIII. PENUTUP

Demikian   pedoman   ini                  disusun  sebagai  arahan     operasional    dalam pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian program ekstrakurikuler pada satuan  pendidikan.  Semoga  pengembangan  dan  pelaksanaan  program ekstrakurikuler pada satuan pendidikan menuai manfaat yang signifikan dalam         pengembangan             kemampuan   intelektual,     emosional,         spiritual, sosial, serta pengembangan keterampilan dan kepribadian peserta didik.


MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,




MOHAMMAD NUH

Telah diperiksa dan disetujui oleh:


Karo Hukor

Kepala
Balitbang

Plt. Dirjen
Dikdas

Dirjen
Dikmen

Sesjen






Sumber : Lampiran PP No.81 A Tahun 2013 Kemendikbud